Jumat, 04 Januari 2019

Cerita Renyah yang Bernas



Cerita renyah adalah cerita ringan yang mudah dicerna pembaca, dan disampaikan dalam pilihan bahasa yang segar pula. Dengan demikian pembaca mudah memahami isi cerita tanpa perlu berkerut-kening memikirkannya. Tinggal dinikmati secara mengalir sesuai dengan jalan cerita yang bergulir.

DATA BUKU      : Bukan Pangeran Kodok
PENULIS            : Shabrina Ws, Riawani Elyta, Sari Yulianti, dkk.
PENERBIT          : Sheila (Imprint Penerbit ANDI)
CETAKAN           : I, 2013
TEBAL                : vi + 226 Halaman
ISBN                    : 978-979-29-2136-6
HARGA               : Hadiah Kuis Buku di Facebook

Ketika Jajanan Mengundang Masalah



TOPIK yang lagi hits bulan kemarin adalah Kinder Joy. Nama produk jajanan berupa cangkang telur dengan isian cokelat dan susu berikut sisipan hadiah mainan sebagai daya tarik produk agar laris dilirik anak sebagai sasaran utama pasar mereka. Kinder Joy sempat tular (viral) gara-gara seorang bapak menulis surat permohonan agar produk itu tidak ditata dekat meja kasir suatu toserba. Alasan sang bapak masuk akal, anaknya yang masih kecil akan tantrum, mengamuk agar bisa jajan Kinder Joy, padahal uang sang bapak sebagai seorang pekerja kelas bawah tergolong pas-pasan.

Kata Ulang Milenial




MENDADAK gegara dan tetiba menggugah kesadaran saya akan fenomena berbahasa zaman sekarang. Kata itu menjadi diksi populer di sebagian kalangan yang senang berimprovisasi dengan menggunakan kaidah suka-suka kala berbahasa lisan atau tulisan dengan sesamanya.
Adalah Pak Uksu Suhardi yang membuka forum diskusi dalam lapak status terbaru yang tayang pula di beranda Facebook saya. “Sebagian orang berbahasa dengan latah. Hasilnya adalah deretan kata seperti ini: gegara dikorankan tetiba dipolisikan….”

Kamis, 03 Januari 2019

Media Massa yang Telah Membayar Honor Pemuatan Tulisan Saya




ADA banyak media massa cetak dan daring (dalam jaringan) di Indonesia, meski rasanya tak sesuai dengan jumlah rakyat negaranya. Alasan utama yang klise adalah rendahnya minat dan budaya baca masyarakat, dari dulu sampai sekarang. Hal demikian berimbas pada pemasaran media sehingga terbatas oplah cetaknya. Hanya kalangan tertentu yang seakan ekslusif saja jadi pembeli dan pembaca setia media massa, jumlahnya pun cuma sekian persen, sangat tidak sebanding.

Rabu, 02 Januari 2019

Tentang Cinta Platonis Jilid 1 sampai 5



PADA hakikatnya saya bukan seorang pemuja Khalil Gibran sehingga mempraktikkan platonis sebagai konsep cinta bawah sadar. Saya hanya merasa harus tahu diri dengan keadaan. Di kala remaja sampai dewasa tentu saya merasakan apa itu yang namanya rasa suka pada lawan jenis; dan suka itu saya artikan sebagai cinta karena ada rasa peduli, kasih, sayang, rindu, sekaligus cemburu.

Narablog Hitam dan Narablog Putih Itu Apaan, Sih?




DALAM melangkah, setiap orang punya cara dan tujuan akan dibawa ke mana langkahnya, juga bagaimana dan mengapa. Hal demikian berlaku dalam dunia blog. Karena itulah ada pemisahan kategori berupa narablog hitam dan narablog putih. Apaan pula? Bagi saya kategori semacam itu dibedakan karena secara realitas ada dua kubu dalam dunia blog.

Selasa, 01 Januari 2019

Menjadi Penulis Sekaligus Narablog? Pasti Bisa!




ALASAN utama saya memberi judul pada sampul blog di bawah nama diri dengan sebutan PENULIS & NARABLOG (padanan kata dalam bahasa Indonesia untuk blogger) bukan tanpa sebab. Dari dulu saya mermasuki dunia menulis untuk dikirim ke media massa cetak dan daring, dengan harapan bisa ditayangkan jika lolos seleksi. Karena itu, saya merasa sebagai penulis. Sampai saya beroleh kesadaran baru berkat interaksi yang intens dengan sesama narablog lain, yang pada mulanya saya temui di grup Facebook. Narablog bukan sekadar hobi, melainkan bisa jadi profesi!

Disabilitas Mengelola Komunitas

Arti disabilitas adalah keterbatasan aktivitas dan partisipasi akibat  ketidakmampuan mental atau fisik. Hal itu bisa menjadi stigma dalam m...